Sachsenring- Maverick Vinales mengakui kalau rekannya di Yamaha musim depan, Valentino Rossi, adalah idola masa kecil. Tapi itu tak memengaruhi keputusannya gabung Yamaha.
.
Vinales seperti telah diketahui akan meninggalkan Suzuki dan bergabung dengan Yamaha mulai musim depan. Dia akan mengisi slot yang ditinggalkan Jorge Lorenzo, yang hijrah ke Ducati.
.
Menjadi rekan satu tim dengan Rossi menjadi sebuah keistimewaan tersendiri untuk Vinales, yang memang mengidolakan juara dunia 9 kali itu.
.
Tapi di luar itu, dia menegaskan akan tetap mengambil keputusan yang sama andaipun bukan Rossi yang akan jadi rekannya.
.
"Saya senang bisa bergabung Yamaha, karena Valentino adalah pahlawan masa kecil saya.
.
Tapi apakah itu Valentino, Jorge, atau yang lainnya, saya akan tetap mengambil keputusan yang sama," ujar pemuda 21 tahun ini kepadaMotorsport.
.
"Pada akhirnya, ketika Anda bergabung sebuah tim, Anda punya kru sendiri, bekerja, lalu mencoba untuk menang. Bahwa rekan setim Anda adalah seorang legenda itu tidak mengubah situasi.""Hal bagusnya dengan Valentino ada di sana adalah saya akan belajar banyak.
.
Dia sekarang 37 tahun dan masih memenangi balapan, oleh karena itu ada sesuatu dalam caranya bekerja yang memberikannya kesuksesan," tambah juaradunia Moto3 musim 2013 ini.
.
Vinales sejauh ini tampil cukup impresif bersamaSuzuki. Dari tujuh balapan, dia satu kali naik podium tiga, dua kali finis keempat, dan tiga kali finis keenam.
. Musim ini, Vinales baru satu kali gagal finis sampai saat ini.
.
Juara MotoGP musim lalu Jorge Lorenzo, mengatakan hasil kualifikasinya yang buruk di sirkuit Assen, Belanda, murni karena masalah daya cengkram ban. Dia mengaku kehilangan percaya diri di lintasan basah, yang disebutnya seperti berkendara di atas es.
.
"Di lintasan kering, mungkin saya tidak kompetitif seperti pada balapan lain, tapi saya bisa finis dalam lima atau enam besar. Kepercayaan diri di lintasan basah tidak terlalu bagus, dalam pengereman, akselerasi saat tikungan.
.
Seperti berkendara di atas es atau tulur," kata Lorenzo, yang dikutip dari
Motor Sport, MInggu 26 Juni 2016.
.
Pembalap Movistar Yamaha itu mengaku lebih baik dalam latihan bebas keempat (FP4), tapi tetap merasa tidak nyaman.
.
"Lintasan lebih dingin dari kemarin. Terasa lebih mudah untuk jatuh," katanya. Lorenzo mengaku selalu tampil buruk di Assen, karena faktor lintasan.
.
"Pastinya, itu membuat saya khawatir, karena tidak bisa kompetitif sat hujan. Jika hujan terlalu deras, atau lintasan terlalu licin, jika saya tidak percaya pada ban, sulit bagi saya untuk bisa kompetitif. Itu bukan motor yang mudah dikendarai dalam kondisi ini," kata Lorenzo.
.
"Saya harus merasa aman untuk bisa lebih cepat. Tidak pernah saya jadi pembalap tercepat dalam hujan. Tapi di sirkuit seperti Malaysia, di mana cengkeraman lintasan bagus, saya bisa 1,5 detik lebih cepat dari yang lain," ujarnya.
.
Lorenzo hanya menempati peringkat 10 dalam kualifikasi. Ditanya mengenai peluangnya di Assen. Lorenzo mengatakan, bakal tergantung pada kondisi saat balapan.
.
Dia berharap bisa menyusul satu atau dua pembalap, agar bisa tetap bersaing musim ini.
.
Lorenzo Mengaku Trauma Terhadap Lintasan Basah
Aleix Espargaro kembali blak-blakan menyatakan rasa kecewa pada Suzuki Ecstar dalam jumpa pers MotoGP Catalunya, Spanyol, Kamis (2/5).
.
Ia mengaku Suzuki sudah lama tak menunjukkan ketertarikan dalam memperpanjang kontraknya meski tengah berada di peringkat keenam klasemen pebalap.
.
Di sela MotoGP Italia dua pekan lalu, Suzuki mengumumkan Andrea Iannone sebagai pengganti Maverick Vinales, dan hal ini membuat Espargaro kecewa karena Suzuki tak menunjukkan niat mempertahankan dirinya.
.
Ia pun mengaku telah melakukan pembicaraan dengan berbagai tim di Mugello.
.
"Suzuki memang belum berkata tak ada tempat bagi saya. Tapi firasat saya berkata demikian. Ini karena mereka tak menunjukkan ketertarikan meski saya ada peringkat keenam dan tak jauh dari Dani Pedrosa.
.
Inilah yang tidak saya sukai. Saya sangat kecewa atas hal ini.
Jadi saya mempertimbangkan opsi lain," ujarnya seperti yang dilansir Crash.net.
.
Meski begitu, Espargaro berterima kasih kepada Suzuki yang telah memberinya kesempatan menjadi pebalap pabrikan untuk pertama kalinya.
.
Walau ia tetap merasa kecewa karena dirinya yakin telah bekerja sangat keras membantu Suzuki mengembangkan GSX-RR.
.
"Semua tahu prioritas saya bertahan di Suzuki. Tapi ini di luar kendali saya. Suzuki yang mengambil keputusan.
.
Saya akan mencoba pindah ke tim yang benar-benar mencintai saya, benar-benar menginginkan saya. Bagi saya ini hal paling penting. Saya sangat kecewa, tapi saya tidak marah," tutupnya.
.
.
Kecewa dengan Suzuki, Espargaro Berniat Pindah Tim
Lorenzo Puas dengan Performa Ban Barunya
Pedrosa akan menggantikan posisi Jorge Lorenzo, yang pindah ke Ducati untuk musim depan. Tindakan itu dilakukan setelah memburuknya relasi antara Lorenzo dengan Rossi pasca-insiden di Sepang pada musim lalu.
Media terbesar di Spanyol tersebut, melaporkan bahwa kesepakatan Pedrosa dengan Yamaha telah diselesaikan, setelah mereka gagal menyepakati persyaratan dengan Maverick ViƱales, yang akan tetap di Suzuki.
Sebelumnya, target pertama Yamaha memang Vinales. Tapi, pembalap 21-tahun ini sulit untuk memutuskan antara pindah ke M1 atau tinggal di Suzuki.
Pedrosa bergabung dengan Honda pada tahun 2006. Sayangnya, pembalap dengan nomor 24 ini belum pernah sekalipun merengkuh gelar juara dunia bersama Honda.
Statistik mencatat, Pedrosa telah meraih 28 kemenangan bersama Honda dengan 100 podium. Selain itu, dia juga 28 kali meraih pole position bersama tim dengan lambang sayap tersebut.
Pedrosa Pindah Ke Yamaha ?
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku sangat senang bisa memenangi MotoGP Spanyol di Jerez pada hari Minggu (24/4) dengan gaya dominan, dan menyebut kemenangan ini merupakan 'pernyataan' bahwa masanya belum habis.
.
The Doctor memimpin jalannya balap dari pole sejak start sampai garis finis, yakni 'gaya' kemenangan yang sudah lama tak dilakukan Rossi sejak tahun 2010 silam.
.
Ia sendiri mengaku kaget bisa memimpin balapan selama 27 lap.
"Jujur saja saya tak ingat kapan terakhir kali menjalani balapan seperti ini, bahkan rasanya saya tak pernah menjalani balapan seperti ini! Tahun lalu saya empat kali menang, tapi sedikit sekali lap yang saya pimpin.
.
Kali ini saya memimpin 27 lap!" ujarnya kepada GPOne.
Pebalap berusia 37 tahun ini juga mengaku kemenangan ini membuat kepercayaan dirinya kian meningkat, dan menyatakan bahwa peluangnya untuk meraih gelar dunia ke-10 setelah gagal tahun lalu sama sekali belum menyusut.
.
"Kemenangan ini sangat penting, karena saya begitu kompetitif sejak awal musim. Momentum ini membuat saya berpikir bahwa saya masih bisa kembali bertarung.
.
Bukankah orang bilang tahun lalu merupakan kesempatan terakhir saya? Well, mungkin bukan," tuturnya kepada Marca.
.
.
Rossi : Kesempatan Terakhir ? Mungkin Bukan
Madrid - Tim Repsol Honda siap menyambut balap MotoGP di Sirkuit Jerez dengan setingan baru pada RC213V. Pada balapan di Jerez, Marquez akan menggunakan winglet baru.
.
Seperti dilansir dari Crash, winglet yang ada di motor dengan nomor start 93 ini ukurannya lebih besar dibanding sebelumnya. Uji coba winglet baru ini dilakukan pertama kali pada sesi latihan pagi.
.
Pengujian berhasil membuktikan bila sayap besar meningkatkan aerodinamika.
.
Sebelumnya Marquez menggunakan winglet kecil saat balap di Sirkuit Austin, Texas.
.
Bukan solusi Namun demikian, adanya winglet di fairing bagi Marquez sebenarnya dianggap belum menyelesaikan masalah handling yang terdapat pada RC213V. Pada awal musim 2016 lalu dua kali juara dunia MotoGP ini mengaku kurang percaya diri terhadap handling tunggangannya tersebut.
.
Pembalap kelahiran 1993 ini juga hanya menduduki posisi sembilan tercepat pada hari kedua tes di Qatar di awal Maret lalu ketika tim mulai memasangi winglet pada motor.
.
"Saya tidak merasakan perbedaan yang sangat besar. Yang saya maksudkan yaitu winglet tidak memperbaiki masalah kami.
.
Saya hanya mencobanya sekali saat trek kondisinya lebih licin," ujar Marquez, sebagaimana dilaporkan Motorsport.
.
.

